Kadang saya sangat bersyukur memiliki orangtua seperti papa mama. Salah satu sifat kebanggaan dari mereka yaitu papa dan mama adalah orang yang sangat menghargai barang. Tidak peduli seberapa murah atau mahal barang tersebut, mereka pasti simpan baik-baik barang itu. Dari buku, koleksi miniatur mobil-mobilan adek, boneka, dvd, dan barang lainnya. Satu benda yang selalu saya ingat yaitu buku. Dari kecil papa memang udah ngebiasain anaknya buat rajin baca. Entah dari buku cerita anak-anak, komik, buku cerita islam, ensiklopedi, buku belajar bahasa inggris, majalah bobo, donald bebek, aku anak soleh, dan masih banyak lagi. Semua tertata rapi di rak buku dan lemari sampai sekarang. Ngga lupa tiap buku dikasih nama "odit & chaca" (alif sama daffa waktu itu belom lahir, hehe) ditambah gambar-gambar di Ms.Word jaman dahulu itu (haha agak lucu kalo inget gambar-gambarnya), terkadang ditambah keterangan tanggal beli bukunya kapan. Semua papa yang buat, diprint, ditempel di tiap buku terus ngga lupa mama kasih sampul plastik yang tebel buat tiap bukunya. Buat majalah, kalo udah sekitar kurang lebih satu tahun pasti papa jilid jadi satu, terus dimasukin ke map yang tebel. Disamping pekerjaan papa dan kesibukan mama mengurus rumah dan anak-anak kecilnya, mereka nyempetin mengurus buku-buku itu, ya demi anaknya. Sungguh kebiasaan-kebiasaan kecil ini menjadi kebanggaan tersendiri buat saya.
Hingga akhirnya saya sudah menduduki bangku kuliah selama lima semester. Kebiasaan dari kecil udah dikenalin sama banyak buku, tentu ada pengaruhnya sampai sekarang ini, dimana saya dituntut mencari ilmu sendiri yang harus jauh dari orangtua. Inget saat remajapun mama selalu nawarin saya buat berlangganan majalah. Mama malah kasih pilihan mau langganan majalah apa, waktu itu ada gadis, aneka yess!, kawanku. Makanya nggak heran kalo sampai sekarangpun, disamping sibuknya belajar, kuliah dan lain-lain, saya selalu menyempatkan diri untuk membeli majalah. Tentunya majalahnya udah berubah, bukan majalah bobo, aku anak soleh, gadis, kawanku, dll, lagi. Hihi.
Dulu mama pernah bilang, "Membaca itu bikin pinter. Nggak cuma yang berhubungan dengan pelajaran, baca majalahpun penting biar wawasannya luas."
Karena dulu masih kecil dan ngga ngerti maksud mama bilang itu apa, jadi cuma ngangguk dan iya-iya aja. Ternyata, saya nemuin jawabannya sekarang. Apalagi dengan jurusan kuliah saya yaitu farmasi, kalo nggak rajin-rajin baca saya nggak tahu jadinya gimana. Saya setuju sekali dengan kalimat "Membaca merupakan kunci dari gudangnya ilmu."
Mau kata dan kalimat apapun, semua ada di buku. Pokoknya semakin banyak kamu suka baca, semakin banyak ilmu dan manfaat yang kamu dapat. Tapi jangan tiduran ya, hobi membaca tetep memakai aturan. Misalnya duduk dan posisi buku kurang lebih 30 cm di depan mata. Kalo nggak, nanti bisa pakai kacamata, loh. Seperti....saya.
Keep rock and educate yourself with your books,
Dwi Annisa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar